pendekatan dalam study islam meliputi antara lain yaitu: 1.sosial humaniora yang meliputi sejarah=hermeneutika, sosiologi=filologi, antropologi=fenomenologi. 2.normatif. 3.ilmuilmu kealaman. 3.aplikasi dan implikasi problem sosial budaya,
1.pendekatan normatif
yaitu sebuah pendekatan yang lebih menekan kan aspek normatif dalam ajaran islam,sebagaimana terdapat dalam al qur'an dan hadist. pendekatan ini lebih melihatdari aspek idealitas ajaran islam,
pendekatan normatif dalam studi islam telah melahirkan banyak karya yang berkaitan dengan tafsir,sunnah dan keilmuan naqli seperti fiqih,kalam dan tasawuf,
2.pendekatan sejarah
yaitu penjelasan islam sebagai gejala sosial atau fenomena yang menyejarah,perspektif ini mencoba memahami islam dalam sejarah turunnya dan penyebarannya sbg realitas soaial yang berada dalam konteks sosial.dalam perkembangan selanjutnya islam di pahami oleh umat islam dalam ruang dan waktu yang sangat beragam yang berbeda situasi dan kondisi ketika agama pertama muncul di jazirah arab. dalam kesempatan ini mendiskusikan pendekatan sejarah beserta perangkat metodologinya seperti memanfaatkan pemikiran Michael Foucault (1926-1984)
3.pendekatan sosiologi dan antropologi
yaitupedekatan yang fokus pada sosiologi dalam study islam dan memahami islam sebagai fenomena yang menyejarah dalam sosial dan budaya,sementara pendekatan antropologinya di lihatdari dinamika perspektif individu individu di dalam memahami ajaran islam.perlu di fahami bahwa ragam dan corak keislaman sesungguhnya tidak terlepas dari dinamika pemahaman umat islam yang berbeda beda tentang ajaran islam,berdasarkan setting sosial dan budaya yang melatar belakangi sekaligus yang di hadapi umat muslim.kemudian dari sini muncul berbagai sudut pandang yang melahirkan berbagai model pemahaman terhadap ajaran islam.
Islam sebagai fenomena atau gejala sosial
memahami kitab suci al qur'an tidak bisa di lepaskan dari konteks historis nya,dan tak berhenti pada teksnya saja.melepaskan teks dari konteks historisnya mengakibatkan kita berhadapan dengan teks yang kosong sehingga berupa kata kata indah yang magic,kemudian di mitoskan,shngga tidak sepenuhnya menjelaskan realita realita kebenaran yang hendak di nugkapkan melalui teks atau nash tersebut,
4. pendekatan Hermeneutik
Fakhruddin Faiz mencatat pendefisian dan perkembangan persepsi terhadap hermeneutik menunjujkan bagaimana kronologi pemahaman manusia terhadap model penafsiran.
hermeneutik adalah sebuah kajian yang membahas mengenai bagaimana menggunakan instrumen sejarah,filologi,manuskriptologi,dan lain sebagainya sebagai sarana untuk memahami maksud dari suatu objek yang di tafsirkan.
5.pendakatan fenomenologi
yaitu berusaha menyajikan filsafat sebagai metode yang pokok dan otonom,suatu sains akar yang dapat meengabdi kepada segal pengetahuan.berlainan kepada metode sains objektif,logika formal dan metodr diaktikal yang mengatasi rintangan. metodologi fenomenologi mmulai dengan "orang yang mengetahui dan mengalami secara apa adanya.
6.pendekatan pendekatan ilmu kealaman
fakta menunjukan bahwa sains dan agama adalah dua hal yang berperan pentung dalam kehidupan manusia.perkembangan sains bukan berarti menurunkan perkembangan islam dalam kehidupan.kecenderungan makin menguatnya agama dan sains menarik perhatian bnyak orang,terutama berhubungan mengenai keduanya,banyaknya pandangnan dan doktrin agama yang tampak memungkinkan terjadinya konflik antar agama dan sains,contoh kasus ekskusi greja terhadap galileo pada abad 19 dan perdebatan panjang antar pendukung teori evolusi dan teori penciptaan menjadi bukti nyata betapa konflik yang saling menegasikan telah mewarnaihubungan sains dan agama.
Kamis, 05 Januari 2012
Kajian Sumber Ajaran Islam
1.Al-Qur'an sebagai sumber Sumber Ajaran Islam Pertama
a.Upaya untuk menafsirkan ayat-ayat al-Qur'an guna mencari dan menemukan makna-makna yang terkandung di dalamnya telah dilakukan sejak jaman Rasulullah saw.Al-Qur'an sendiri mendorong ke arah itu baik secara eksplisit maupun implisit.Secara eksplisit Al-Quran memerintahkan kita (umat islam)untuk menyimak dan memahami ayat-ayat-Nya.
Tafsir sebagai usaha memahami dan menerangkan maksud dan kandungan ayat-ayat suci Al-Quran telah mengalami perkembangan yang cukup berfariasi.Sebagai hasil karya manusia terjadinya keragaman dalam corak penafsiran adalah hal yang tak terhindarkan.Berbagai faktor dapat menimbulkan keberagaman ini,misalnya perbedaan kecenderungan,interest,motivasi mufassir,perbedaan misi yang di emban,perbedaan kedalaman dan ragam ilmu yang di kuasai,perbedaan masa dan lingkungan yang mengitari,perbedaan situation-condition,dsb.
b.Bagaimana Al-Quran Berbicara
Al-Quran pada dasarnya merupakan respon langit terhadap permasalahan yang muncuk di bumi.Ia diturunkan oleh Alloh via Muhammad saw sebagai jawaban terhadap problem vertikal,penyimpangan tauhid,dan problem sosial,penyimpanga sosial.Ia merupakan bahasa Tuhan yang tidak semua umat mampu memahami.Rasulullah di utus dalam rangka mendialogkan kedua bahasa yang sangat berbeda itu,yakni bahasa langit(absolut) dengan bahasa manusia yang relatif.
c.Ragam Penafsiran al-Quran
Secara umum metode tafsir ada 4,yaitu:
1.Metode Tahlily
adalah tafsir yang berusaha untuk menerangkan arti ayat-ayat al-quran dari berbagai seginya,berdasarkan urutan-urutan ayatnya / surat dalam mushaf,dengan menonjolkan kandungan lafad-lafadnya.Menurut al-Farmawi beberapa corak tafsir yang tercakup dalam tafsir tahlily,yaitu:
a.Al-tafsir bi al-ma'tsur(riwayah): adalah cara munafsirkan ayat-ayat al-quran berdasarkan nash-nash,baik dengan ayat-ayat al-quran senduri,dangan hadis nabi,dengan perkataan sahabat,maupun dangan pendapat tabiin.
b.Al-tafsir bi al-ra'y: adalah tafsir ayat-ayat al-quran yang didasarkan pada ijtihad mufasirnya dan menjadikan akal fikiran sebagai pendekatan utamanya.
cAl-tafsir al-shufy : adalah tafsir yang berusaha menjelaskan maksud ayat-ayat al-quran dari sudut esotik atau berdararkan isyarat-isyarat tersirat yang tampak oleh seorang sufi dalam suluknya.
d.Tafsir al-fiqhi : adalah tafsir yang menitikberatkan bahasan dan tinjauanya pada aspek hukum dari al-quran
e.Tafsir al-falsafy : adalah penafsiran ayat-ayat al-quran berdasarkan pendekatan-pendekatan filosofis,baik yang berusaha untuk mengadakan sintesis dan sinkretisasi antara teori-teori filsafat dengan ayat-ayat al-quran maupun berusaha menolak teori-teori filsafat yang dianggap bertentengan dengan ayat-ayat al-quran.
f.Al-tafsir al-'llmy : adalah menafsirkan ayat-ayat al-quran berdasarkan pendekatan ilmiah,atau menggali kandunganya berdasarkan teori-teori ilmu pengetahuan yang ada.
g.Al-tafsir al-adaby al-ijtima'y : adalah tafsir yang menitikberatkan pada penjelasan ayat-ayat al-quran dari segi ketelitain redaksinya,kemudian menyusun kandungan ayat-ayat tersebut dalam suatu redaksi yang indahyang penonjolan tujuan utama dari tujuan-tujuan al-quran yaitu membawa petunjuk dalam kehidupan,kemudian mengadakan penjelasan ayat dengan hukum-hukum yang berlaku dalam masyarakat dan pembangunan.
2.Tafsir Ijmaly
adalah menafsirkan al-quran dengan cara singkat dan global,tanpa uraian panjang lebar,sesuai dengan urutannya dalam mushaf.
3.Tafsir al-Muqarin
adalah penafsiran sekelompok ayat al-quran yang berbicara dalam suatu masalah dengan cara membandingkan antara ayat dengan ayat atau antara ayat denan hadis baik dari segi isi maupun redaksi atau antara pendapat-pendapat para ulama tafsir dengan menonjolkan segi-segi perbrdaan tertentu dari objekyang di bandingkan.
4.Tafsir al-Mawdhu'y
adalah metode yang ditempuh oleh seorang mufasir dengan cara menghimpun seluruh ayat-ayat al-quran yang berbicara tentang sesuatu masalah /tema (mawdhu), serta mengarah kepada suatu pengertian dan satu tujuan,sekalipun ayat-ayat itu (cara) turunnya berbeda,tersebar pada berbagai surat dalam al-quran dan berbeda pula waktu dan tempat turunnya.
d.Membumikan Al-qur'an dalam Era Komtemporer
Menurut MQuraish Shihab tidak ada metode tafsir yang terbaik,sebab masing-masing mempunyai karakteristik tersendiri,kekurangan dan kelebihan serta tergantung kebutuhan mufasir.Kalau kita ingin menuntaskan topik maka jawabannya ada pada metode tafdir mawdu'y,namun bila kita ingin menerapkan kandungan suatu ayat dalam berbagai seginya maka jawabannya ada pada metode tahlily.Di samping itu,ketika kita ingin mengetahui pendapat para mufasir tentang suatu ayat atau surat sejak periode awal sampai periode modern,maka metode yang tepat adalah muqarin,sedangkan ketika ingin mengetahui arti suatu makna suatu ayat secara ringkas dan global,maka metode ijmaly-lah yang tepat.
Menurut Ali Hasan al-'Arid,urgensi metode mawdu'y dalam era sekarang ina adalah:
1.Metode mawdu'y berarti menghimpun ayat-ayat al-quran yang tersebar pada berbagai surat dalam al-quran yang berbicara tentang suatu tema.
2.Dengan menghimpun ayat-ayat tersebut seorang pengkali dapat menemukan segi relevansi dan hubungan antar ayat-ayat itu.
3.Dengan metode ini seorang pengkaji mampu menolak danmemghindarkan diri dari kesamaran-kesamaran dan kontradiksi yang di temukan dalam ayat.
4.Dengan metode mawdu'y orang dapat mengetahui dengan sempurna muatan materi dan segala segi dari suatu tema.
2.Al-Sunnah sebagai sumber ajaran islam kedua
a.pengertian sunnah
secara etimologi,sunnah berarti tata cara.kata sunnah secara etimologis berarti tradisi dan perilaku hidup.
b.Kedudukan dan fungsi sunnah dalam islam:
1.Menjelaskan kitabullah
2.Rasullah sebagai uswatun hasanah
3.Rasulullah mempunyai kewenangan membuat aturan
c.Kajian tentang sunah
Kajian tentang sunnah dapat di klasifikasikan ke dalam 2 hal pokok,yaitu tentng sanad dan tentang matan.
Untuk melakukan kritik sanad di perlukan banyak penguasaan tentang ilmu hadis seperti asbab al wurud,al-jarh wa al ta'dil,tawarikh al ruwwah,dan 'adalah al sahabah.
a.Upaya untuk menafsirkan ayat-ayat al-Qur'an guna mencari dan menemukan makna-makna yang terkandung di dalamnya telah dilakukan sejak jaman Rasulullah saw.Al-Qur'an sendiri mendorong ke arah itu baik secara eksplisit maupun implisit.Secara eksplisit Al-Quran memerintahkan kita (umat islam)untuk menyimak dan memahami ayat-ayat-Nya.
Tafsir sebagai usaha memahami dan menerangkan maksud dan kandungan ayat-ayat suci Al-Quran telah mengalami perkembangan yang cukup berfariasi.Sebagai hasil karya manusia terjadinya keragaman dalam corak penafsiran adalah hal yang tak terhindarkan.Berbagai faktor dapat menimbulkan keberagaman ini,misalnya perbedaan kecenderungan,interest,motivasi mufassir,perbedaan misi yang di emban,perbedaan kedalaman dan ragam ilmu yang di kuasai,perbedaan masa dan lingkungan yang mengitari,perbedaan situation-condition,dsb.
b.Bagaimana Al-Quran Berbicara
Al-Quran pada dasarnya merupakan respon langit terhadap permasalahan yang muncuk di bumi.Ia diturunkan oleh Alloh via Muhammad saw sebagai jawaban terhadap problem vertikal,penyimpangan tauhid,dan problem sosial,penyimpanga sosial.Ia merupakan bahasa Tuhan yang tidak semua umat mampu memahami.Rasulullah di utus dalam rangka mendialogkan kedua bahasa yang sangat berbeda itu,yakni bahasa langit(absolut) dengan bahasa manusia yang relatif.
c.Ragam Penafsiran al-Quran
Secara umum metode tafsir ada 4,yaitu:
1.Metode Tahlily
adalah tafsir yang berusaha untuk menerangkan arti ayat-ayat al-quran dari berbagai seginya,berdasarkan urutan-urutan ayatnya / surat dalam mushaf,dengan menonjolkan kandungan lafad-lafadnya.Menurut al-Farmawi beberapa corak tafsir yang tercakup dalam tafsir tahlily,yaitu:
a.Al-tafsir bi al-ma'tsur(riwayah): adalah cara munafsirkan ayat-ayat al-quran berdasarkan nash-nash,baik dengan ayat-ayat al-quran senduri,dangan hadis nabi,dengan perkataan sahabat,maupun dangan pendapat tabiin.
b.Al-tafsir bi al-ra'y: adalah tafsir ayat-ayat al-quran yang didasarkan pada ijtihad mufasirnya dan menjadikan akal fikiran sebagai pendekatan utamanya.
cAl-tafsir al-shufy : adalah tafsir yang berusaha menjelaskan maksud ayat-ayat al-quran dari sudut esotik atau berdararkan isyarat-isyarat tersirat yang tampak oleh seorang sufi dalam suluknya.
d.Tafsir al-fiqhi : adalah tafsir yang menitikberatkan bahasan dan tinjauanya pada aspek hukum dari al-quran
e.Tafsir al-falsafy : adalah penafsiran ayat-ayat al-quran berdasarkan pendekatan-pendekatan filosofis,baik yang berusaha untuk mengadakan sintesis dan sinkretisasi antara teori-teori filsafat dengan ayat-ayat al-quran maupun berusaha menolak teori-teori filsafat yang dianggap bertentengan dengan ayat-ayat al-quran.
f.Al-tafsir al-'llmy : adalah menafsirkan ayat-ayat al-quran berdasarkan pendekatan ilmiah,atau menggali kandunganya berdasarkan teori-teori ilmu pengetahuan yang ada.
g.Al-tafsir al-adaby al-ijtima'y : adalah tafsir yang menitikberatkan pada penjelasan ayat-ayat al-quran dari segi ketelitain redaksinya,kemudian menyusun kandungan ayat-ayat tersebut dalam suatu redaksi yang indahyang penonjolan tujuan utama dari tujuan-tujuan al-quran yaitu membawa petunjuk dalam kehidupan,kemudian mengadakan penjelasan ayat dengan hukum-hukum yang berlaku dalam masyarakat dan pembangunan.
2.Tafsir Ijmaly
adalah menafsirkan al-quran dengan cara singkat dan global,tanpa uraian panjang lebar,sesuai dengan urutannya dalam mushaf.
3.Tafsir al-Muqarin
adalah penafsiran sekelompok ayat al-quran yang berbicara dalam suatu masalah dengan cara membandingkan antara ayat dengan ayat atau antara ayat denan hadis baik dari segi isi maupun redaksi atau antara pendapat-pendapat para ulama tafsir dengan menonjolkan segi-segi perbrdaan tertentu dari objekyang di bandingkan.
4.Tafsir al-Mawdhu'y
adalah metode yang ditempuh oleh seorang mufasir dengan cara menghimpun seluruh ayat-ayat al-quran yang berbicara tentang sesuatu masalah /tema (mawdhu), serta mengarah kepada suatu pengertian dan satu tujuan,sekalipun ayat-ayat itu (cara) turunnya berbeda,tersebar pada berbagai surat dalam al-quran dan berbeda pula waktu dan tempat turunnya.
d.Membumikan Al-qur'an dalam Era Komtemporer
Menurut MQuraish Shihab tidak ada metode tafsir yang terbaik,sebab masing-masing mempunyai karakteristik tersendiri,kekurangan dan kelebihan serta tergantung kebutuhan mufasir.Kalau kita ingin menuntaskan topik maka jawabannya ada pada metode tafdir mawdu'y,namun bila kita ingin menerapkan kandungan suatu ayat dalam berbagai seginya maka jawabannya ada pada metode tahlily.Di samping itu,ketika kita ingin mengetahui pendapat para mufasir tentang suatu ayat atau surat sejak periode awal sampai periode modern,maka metode yang tepat adalah muqarin,sedangkan ketika ingin mengetahui arti suatu makna suatu ayat secara ringkas dan global,maka metode ijmaly-lah yang tepat.
Menurut Ali Hasan al-'Arid,urgensi metode mawdu'y dalam era sekarang ina adalah:
1.Metode mawdu'y berarti menghimpun ayat-ayat al-quran yang tersebar pada berbagai surat dalam al-quran yang berbicara tentang suatu tema.
2.Dengan menghimpun ayat-ayat tersebut seorang pengkali dapat menemukan segi relevansi dan hubungan antar ayat-ayat itu.
3.Dengan metode ini seorang pengkaji mampu menolak danmemghindarkan diri dari kesamaran-kesamaran dan kontradiksi yang di temukan dalam ayat.
4.Dengan metode mawdu'y orang dapat mengetahui dengan sempurna muatan materi dan segala segi dari suatu tema.
2.Al-Sunnah sebagai sumber ajaran islam kedua
a.pengertian sunnah
secara etimologi,sunnah berarti tata cara.kata sunnah secara etimologis berarti tradisi dan perilaku hidup.
b.Kedudukan dan fungsi sunnah dalam islam:
1.Menjelaskan kitabullah
2.Rasullah sebagai uswatun hasanah
3.Rasulullah mempunyai kewenangan membuat aturan
c.Kajian tentang sunah
Kajian tentang sunnah dapat di klasifikasikan ke dalam 2 hal pokok,yaitu tentng sanad dan tentang matan.
Untuk melakukan kritik sanad di perlukan banyak penguasaan tentang ilmu hadis seperti asbab al wurud,al-jarh wa al ta'dil,tawarikh al ruwwah,dan 'adalah al sahabah.
3. Rumpun Irfani
Sumber pengetahuan adalah pengalaman (experience).Yang termasuk dalam pengalaman adalah al-ru'yah al-mubashirah, direct experience, al-'ilm al-khuduri, preverbal knowledge. $ang menjadi dasar dari sistem epistemologi irfani adalah adanya prinsip dikotomi antara zahir dengan batin. Analogi dalam nalar irfani dapat mengambil bentuk kiasan(tamsil) atau metafor.
Sumber pengetahuan adalah pengalaman (experience).Yang termasuk dalam pengalaman adalah al-ru'yah al-mubashirah, direct experience, al-'ilm al-khuduri, preverbal knowledge. $ang menjadi dasar dari sistem epistemologi irfani adalah adanya prinsip dikotomi antara zahir dengan batin. Analogi dalam nalar irfani dapat mengambil bentuk kiasan(tamsil) atau metafor.
2. Rumpun Burhani
Jika sumber pengetahuan dalam nalar Bayani adalah teks, maka sumber pengetahuan dalam nalar Burhani adalah realitas( alSwaqi') baik dari alam, sosial, dan humanities. Karena itu lebih sering disebut sebagai al-'ilm al-husuli. Yaitu, ilmu yang dikonsep, disusun dan disistematisasikan lewat premis-premis logika atau al-man bukaya lewat otoritas t atau intuisi.
Jika sumber pengetahuan dalam nalar Bayani adalah teks, maka sumber pengetahuan dalam nalar Burhani adalah realitas( alSwaqi') baik dari alam, sosial, dan humanities. Karena itu lebih sering disebut sebagai al-'ilm al-husuli. Yaitu, ilmu yang dikonsep, disusun dan disistematisasikan lewat premis-premis logika atau al-man bukaya lewat otoritas t atau intuisi.
Tiga Epistemologi
1. Rumpun Bayani
Secara etimologis: penjelasan, pernyataan, ketetapan.Secara Terminologis berarti pola pikir yang bersumber pada nash, ijma', dan ijtihad.Secara historis sistem epistemologi Bayani merupakan sistem epistemologi yang paling awal muncul dalam pemikiran arab.Epistemologi ini dominan dalam bidang keilmuan pokok sepert fiologi, yurisprudensi, ilmu hukum(fikih), ulum al-quran(interpretasi, hermeneutika,d eksegesis), teolog dialekts(kalam)n teoriata folosofis.
Secara etimologis: penjelasan, pernyataan, ketetapan.Secara Terminologis berarti pola pikir yang bersumber pada nash, ijma', dan ijtihad.Secara historis sistem epistemologi Bayani merupakan sistem epistemologi yang paling awal muncul dalam pemikiran arab.Epistemologi ini dominan dalam bidang keilmuan pokok sepert fiologi, yurisprudensi, ilmu hukum(fikih), ulum al-quran(interpretasi, hermeneutika,d eksegesis), teolog dialekts(kalam)n teoriata folosofis.
Pengelompokan Keilmuan Dalam Islam
kajian tentang klasifikasi keilmuan dalam islam pada dasarnya sudah banyak dilakukan oleh para ilmuwan muslim, seperti al-Ghanzali dalam al-Risalah al-Laduniyyah-nya, al-khawarizmi dalam Mafatih, al-Ulum-nya, dan Ibn Nadim dalam al-Fihrist-nya. Pemikiran islam dapat dikategorikan ke dalam tiga epistemologi, yaitu epistemologi Bayani, 'irfani, dan Burhani.
1. Rumpun Bayani
Bayani (explanatory), secara etimlois, mpunyai nrtian penan, pernyataan,ketetapan. Sedangkan sa terminologis, Bayani berarti pola pikir
1. Rumpun Bayani
Bayani (explanatory), secara etimlois, mpunyai nrtian penan, pernyataan,ketetapan. Sedangkan sa terminologis, Bayani berarti pola pikir
Pengertian dan ruang lingkup psi
islam memiliki 3 makna yaitu :
1.selamat
2.perdamaian
3.kepasrahan
Dan ada 4 gelombang dalam peradaban islam,apa saja 4 gelombang itu?? disini akan d bahas secara singkat ttg 4 gelombang peradaban islam :
a.pengetahuan,informasi ttg apa-apa yang dilihat seseorang
b.ilmu agama,yaitu ilmu orang islam untuk orang islam
c.orientalisme,digunakan untuk menakut-nakuti orang islam oleh orang barat
d.dirosah islamiyah(study islam)pengkajian tentang islam dari kaca mata ilmiah
1.selamat
2.perdamaian
3.kepasrahan
Dan ada 4 gelombang dalam peradaban islam,apa saja 4 gelombang itu?? disini akan d bahas secara singkat ttg 4 gelombang peradaban islam :
a.pengetahuan,informasi ttg apa-apa yang dilihat seseorang
b.ilmu agama,yaitu ilmu orang islam untuk orang islam
c.orientalisme,digunakan untuk menakut-nakuti orang islam oleh orang barat
d.dirosah islamiyah(study islam)pengkajian tentang islam dari kaca mata ilmiah
Langganan:
Postingan (Atom)